DevOps #2 : Setting Up Bash

Halo teman-teman semuanya, pada artikel kali ini, saya ingin melanjutkan berbagi pengetahuan seputar DevOps yang pada artikel sebelumnya telah membahas seputar pengertian, alasan, sejarah dan kegunaan dari Bash Shell.

Menyiapkan Bash

Sebagian besar sistem oprasi Unix/Linux sudah dilengkapi oleh bash yang sudah terinstal. Untuk mengecek apakah bash sudah terinstall atau belum, caranya tinggal open terminal dan ketik perintah berikut :

[user@localhost] $ bash --version
bash version command

Jika bash belum terinstall, kita bisa menginstallnya menggunakan package manager, sebagai contoh seperti perintah berikut :

[user@localhost] $ sudo apt-get install bash

Pada sistem oprasi macOs kita bisa menginstall bash menggunakan Homebrew, seperti perintah berikut :

[user@localhost] $ brew install bash

Pada sistem oprasi Windows kita bisa menginstall bash menggukan WSL (Windows Subsystem For Linux) untuk menjalankan Linux atau bisa juga hanya menggunakan Git Bash.

Menulis Script .sh

Kita juga dapat menulis script (kumpulan dari beberapa perintah) didalam file berekstensi .sh, berikut contoh implamentasi simple script yang dapat dituliskan kedalam file .sh :

Simpan file tersebut dan beri nama hello.sh kemudian kita jalankan menggunakan perintah ( bash hello.sh ) atau double-click pada file, maka hasilnya seperti berikut :

 #!/bin/bash
echo "Hello, Bash!"


Oh ya barangkali teman-teman sedang mencari jasa pembuatan website, atau sedang mencari templates acara pernikahan, company profile, atau e-commerce bisa kunjungi link berikut : https://wpdev.yusufhamdani.id

Kesimpulan

Dengan memahami cara setting-up (pengecekan, instalasi, dan menjalankan perintah melalui file), sekarang kita bisa melanjutkan kepada pembahasan berikutnya mengenai basic commands yang akan ditulis di artikel selanjutnya, terima kasih.

DevOps #1 : Belajar Bash

Halo teman-teman, pada artikel kali ini saya ingin berbagi pengetahuan seputar DevOps dimulai dari Belajar Bash. Semoga dapat membantu dan menambah wawasan bagi kita.

Apa itu Bash ?

Bash (Bourne-Again SHell) merupakan bahasa scripting dan command-interpreter. Jelas Bash digunakan untuk menjalankan perintah dalam sistem berbasis Unix/Linux. Bash juga merupakan default shell pada sistem oprasi Linux dan macOS.

Mengapa Belajar Bash ?

Bash sangat mumpuni bagi para developers dan system administrators, memahami dan bisa mengoprasikannya merupakan kewajiban dan penting untuk bekerja pada sistem basis Unix/Linux.

Shell vs Bash Shell

“Shell” adalah program yang menyediakan suatu basis perintah atau command-line interface guna berinteraksi dengan sistem oprasi. Berperan sebagai penerjemah atau interpreter perintah pengguna agar dimengerti dan dieksekusi oleh sistem. Ada banyak jenis dari Shell, masing-masing punya fitur dan syntax sendiri.

Sedangkan Bash Shell merupakan tipe spesifik dari Shell itu sendiri, karna sangat populer Bash seringkali dianggap sebagai Shell oleh kebanyakan orang. Artikel kali ini, akan membahas seputar cara menggunakan Bash.

Sejarah Bash Shell

Bash dikembangkan pada tahun 1989 oleh Brian Fox. Bash diciptakan sebagai pengganti Bourne Shell versi gratis. Dengan cepat Bash menjadi standar untuk GNU dan banyak sistem Linux.

Seiring berjalannya waktu, Bash menambahkan beberapa fitur dari Shell yang lain seperti Korn Shell (ksh) dan C Shell (csh) dan menjadi alat serbaguna bagi pengguna command-line interface.

Penggunaan Bash

Secara umum bash sangat berguna untuk :

Kesimpulan

Dengan mempelajari Bash Shell kita mempunyai pijakan dasar ke tahap selanjutnya sebagai DevOps Engineer atau Developers Engineer.

Di artikel berikutnya, kita akan belajar tentang setting-up Bash Shell agar bisa langsung mempraktikan commands bash dan mengetahui kegunaan dari perintah yang kita jalankan.